Wednesday, 16 April 2014

tugas 3 softskill ( Bab 1 )



CACING PLANARIA


                                                    NAMA : IKA YULISTYAMAWATI
                                                    KELAS : 1PA15
                                                    NPM     : 14513242

KATA PENGANTAR

assalamualaikum wr.wb
puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah swt karena dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyeleseikan karya tulis ini. salawat serta salam semoga tercurah kepada nabi muhammad saw.
karya tulis ini berisikan mengenai perkembangan seksual dan aseksual planaria, kehidupan planaria, dan penyebaran planaria.
penulis menyadari bahwa penulisan karya tulis ini masih belum sempurna dan masih terdapat banyak kekurangan. oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari berbagai pihak untuk kemajuan penulis kedepannya.
akhir kata, penulis berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
wassalamualaikum wr.wb

                                                                                            Bekasi, April 2014

                                                                                                  Penulis



                                                                                       ( Ika Yulistyamawati )


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................iiii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iiiii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH...................................................................3
1.2 RUMUSAN MASALAH..................................................................................3
1.3 TUJUAN PENELITIAN...................................................................................4

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PERKEMBANGAN SEKSUAL DAN ASEKSUAL PLANARIA.........................6
2.2 KEHIDUPAN PLANARIA.................................................................................7
2.3 PENYEBARAN PLANARIA..............................................................................8

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN..................................................................................................11
3.2 SARAN..............................................................................................................12
3.3 DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................13


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Planaria merupakan salah satu anggota kelompok cacing pipih (Plathyhelmintes). Planaria masuk ke dalam kelas Turbellaria. Cacing ini hidup dengan baik di perairan yang jernih dan bersih (tidak terpolusi). Biasanya cacing ini mudah ditemukan di dalam sungai muara dan air terjun. Tubuh planaria sangat empuk/lembut dan sangat mudah terluka atau terpotong. Namun, planaria memiliki kemampuan yang sangat tinggi untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada tubuhnya.
Lebih jauh lagi, planaria mampu mengganti bagian tubuhnya yang rusak atau hilang dengan yang baru hingga terbentuk tubuh yang utuh lagi. Apabila tubuh planaria terluka atau terpotong, maka hal pertama yang terjadi adalah penyembuhan luka yang menutup permukaan puntung. Proses selanjutnya adalah pembersihan “serpihan” luka dibagian dalam dan pertumbuhan serta perkembangan jaringan baru.



1.2 RUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimana proses perkembangbiakan secara seksual dan aseksual pada cacing planaria?
  2. Bagaimana proses kehidupan cacing planaria?
  3. Dimana saja tempat penyebaran cacing planaria?
1.3 TUJUAN PENELITIAN
  1. Untuk mengetahui perkembangbiakan secara seksual dan aseksual cacing planaria
  2. Untuk mengetahui proses kehidupan cacing planaria
  3. Untuk mengetahui tempat penyebaran cacing planaria


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PERKEMBANGBIAKAN SEKSUAL DAN ASEKSUAL CACING PLANARIA


Planaria berkembangbiak dengan cara seksual dan aseksual. Planaria yang sudah dewasa mempunyai sistem reproduksi jantan dan betina, jadi bersifat monoecious (hermafrodit). Testis dan ovarium berkembang dari sel-sel formatif. Reproduksi seksual planaria dilakukan dengan dua cara; planaria saling melekat pada sisi ventral-posterior tubuhnya dan terjadi kopulasi (cross fertilisasi), saling pertukaran produk seks antara dua planaria yang berbeda. Planaria melakukan reproduksi seksual setiap tahun di bulan Februari-Maret. Setelah masa reproduksi seksual, alat reproduksi mengalami degenerasi dan planaria kemudian mengalami masa reproduksi aseksual (Kastawi, dkk. 2001).
Fragmentasi merupakan proses reproduksi aseksual pada planaria, dengan membelah diri secara transversal, masing-masing belahan mengembangkan bagian-bagian yang hilang dan berkembang menjadi satu organisme utuh. Meskipun jumlah individu yang dihasilkan dengan reproduksi aseksual itu sangat besar, tetapi proses ini mempunyai batasan yang serius, yaitu bahwa tiap turunan identik dengan induknya (Barnes, dkk. 1999).
Kemampuan planaria mengembangkan bagian-bagian tubuh yang hilang, hingga terbentuk planaria baru yang lengkap pada reproduksi aseksual, menyebabkan planaria dikatakan mempunyai daya regenerasi yang tinggi. Apabila tubuhnya disayat (dipotong), planaria akan segera memperbaiki bagian tubuhnya yang dipotong dengan proses epimorfis yaitu perbaikan yang dilakukan dengan cara proliferasi jaringan baru (blastema), di atas jaringan lama sehingga akan terbentuk planaria baru yang sempurna. Fenomena ini menarik untuk diteliti, khususnya mengenai pertumbuhan dan perkembangan planaria setelah dilakukan regenerasi secara buatan, yaitu dengan memotong melintang planaria menjadi 2 dan 3 bagian. Pengamatan terhadap planaria yang dipotong ini dilakukan hingga tumbuh kuncup pada bagian yang hilang dan berkembang menjadi planaria baru yang lengkap.

2.2 PROSES KEHIDUPAN CACING PLANARIA


Planaria merupakan hewan invertebrata, termasuk cacing pipih yang hidupnya bebas di alam, umumnya hidup di air tawar,sungai, danau atau di laut. Cacing ini merupakan anggota dari kelas Turbellaria.
Menurut Borradile (1963) bahwa Planaria (Euplanaria sp) mempunyai relung ekologi di perairan yang mengalir, jernih airnya, serta terlindung oleh pepohonan. Planaria hidup berenang bebas di dalam air dan melekat pada suatu objek menggunakan mucus dalam keadaan pasif. Gerakan Planaria meluncur dengan ujung anterior ke arah depan. Planaria memakan hewan-hewan kecil, dan bila kelaparan aktif mencari makan dengan berenang bebas didalam air.
Makanan planaria adalah hewan-hewan kecil atau zat-zat organik lainnya. Bila planaria dalam keadaan lapar ia akan bergerak secara aktif didalam air. Makanan tersebut akan ditangkap oleh faringnya untuk selanjutnya dibawa masuk ke dalam mulutnya. Dari bagian mulut makanan akan diteruskan ke bagian usus yang bercabang tiga, satu ke bagian anterior dan dua ke bagian posterior. Disini makanan akan dicerna secara ekstra seluler. Pencernaan selanjutnya dilakukan di dalam sel (intraseluler) dalam vakuola makanan. Hasil pencernaan makanan akan diteruskan pada sel-sel atau jaringan lainnya secara difusi. Sisa-sisa pencernaan makanan akan dikeluarkan kembali melalui mulut.
Planaria hidup bebas di perairan yang dingin, jernih dan mengalir dengan arus yang tidak deras dan terlindung oleh sinar matahari. Gerakan Planaria merupakan gerakan otot-otot sirkuler dan otot-otot dorso ventral dengan memanjangkan tubuhnya. Planaria dapat memperbanyak diri baik secara monogami maupun secara amphigoni.
 Meskipun hidup di air planaria tidak berenang, tetapi bergerak dengan cara meluncur dan merayap. Gerakan meluncur terjadi dengan bantuan silia yang ada pada bagian ventral tubuhnya dan zat lendir yang dihasilkan oleh kelenjar lendir dari bagian tepi tubuh. Zat lendir itu merupakan “jalur” yang akan dilalui. Gerakan silia yang menyentuh jalur lendir menyebabkan hewan bergerak. Selama berjalan meluncur, gelombang yang bersifat teratur tampak bergerak dari kepala ke arah belakang. Pada gerak merayap, tubuh planaria memanjang sebagai akibat dari kontraksi otot sirkular dan dorsoventral. Kemudian bagian depan tubuh mencengkeram pada substrat dengan mukosa atau alat perekat khusus.

 1.3 PENYEBARAN CACING PLANARIA


Salah satu tempat hidup Planaria yang mudah dijumpai adalah sungai Semirang Kabupaten Semarang. Sungai Semirang terdapat di daerah pegunungan Ungaran. Planaria hanya di jumpai di beberapa tempat tertentu saja, dan tidak dapat dijumpai di sepanjang sungai Semirang, Planaria di jumpai di daerah aliran sungai yang terlindung oleh tanaman, biasanya pada area di tepi sungai (riparian). Meskipun begitu, tidak di semua tempat terlindung dapat di temukan Planaria.
Planaria banyak di temukan dialiran sungai yang banyak di tumbuhi tanaman riparian dan substrat dasar sungai berupa batu-batuan.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Planaria merupakan hewan invertebrata, termasuk cacing pipih yang hidupnya bebas di alam, umumnya hidup di air tawar,sungai, danau atau di laut. Cacing ini merupakan anggota dari kelas Turbellaria. Planaria ini mudah dijumpai di daerah sungai Semirang Kabupaten Semarang. Sungai Semirang terdapat di daerah pegunungan Ungaran.
Planaria berkembangbiak dengan cara seksual dan aseksual. Reproduksi secara seksual dilakukan dengan dua cara yaitu planaria saling melekat pada sisi ventral-posterior tubuhnya dan terjadi kopulasi (cross fertilisasi), saling pertukaran produk seks antara dua planaria yang berbeda.


3.2 SARAN

Semoga karya tulis yang kami susun ini dapat sangat bermanfaat bagi para pembaca, dan dapat memberikan pengetahuan seddikit tentang reproduksi yang dialami hewan cacing planaria. Kami mengetahui bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan baik dari segi penulisannya, bahasa dan lain sebagainnya. Untuk itu saran dari pembaca yang bersifat membangun sangat kami harapkan agar dapat terciptannya karya tulis yang baik yang dapat memberi pengetahuan yang benar kepada pembaca. Pesan dari kami mulailah membaca dari hal yang kecil untuk dapat mengtahui lebih banyak hal yang belum anda ketahui. Dan jadikanlah membaca sebagai kebiasaan anda, karna melalui membaca akan membuka lebih banyak gerbang ilmu untuk diri anda.

3.3 DAFTAR PUSTAKA :









0 Comments:

Post a Comment



Powered by Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

welcome ☺

By :
Free Blog Templates