Sunday, 11 October 2015

Nama : Ika Yulistyamawati
Kelas : 3pa15
NPM : 14513242



A.      PSIKOLOGI MANAJEMEN

Secara etimologi, psikologi berasal dari kata Yunani "psycho" yang artinya jiwa, dan "logos" yang artinya ilmu pengetahuan.Jadi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa.Baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya.Dengan singkat disebut ilmu jiwa.

Secara terminologi Psikologi menurut kesimpulan para ahli adalah ilmu yang mempelajari semua tingkah laku dan perbuatan individu.Dimana individu tersebut tidak dapat dilepaskan dari lingkungannya.

Secara terminologi.pengertian manajemen adalah serangkaian kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengeerakan, mengendalikan, dan mengembangkan segala upaya dalam mengatur dan mendaya gunakan sumber daya manusia sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

Ada beberapa jenis manajemen, yaitu :

Manajemen Sumber Daya  Manusia. Dalam hal ini difokuskan pada unsur manusia pekerja. Pokok-pokok yang dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian , kedisiplinan, pengembangan, dan sebagainya.Manajemen Permodalan. Fokus tertuju pada "bagaimana menarik modal yang cost of money nya relatif rendah dan bagaimana modal"Manajemen Akuntansi Biaya. Membahas masalah material, agar efisien dan efektif. Jadi dalam hal ini bagaimana cara agar terciptanya barang yang berkualitas dengan harga yang relatif rendah.

Manajemen Produksi. Mengenai pengertian produksi, tata ruang perusahaan, peralatan, dan cara-cara untuk memproduksi barang/jasa agar kualitasnya baikManajemen pemasaran.Bagaimana agar orang-orang mau mengkonsumsi atau menggunakan barang/jasa yang diproduksi.

B.      PSIKOLOGI ORGANISASI

Psikologi organisasi adalah bidang yang menggunakan metodologi ilmiah untuk lebih memahami perilaku individu dalam pengaturan organisasi. Pengetahuan ini diterapkan, dalam berbagai cara, untuk membantu fungsi organisasi lebih efektif. Hal ini penting karena organisasi yang efektif biasanya lebih produktif, sering memberikan jasa berkualitas tinggi dan biasanya lebih sukses secara finansial dari organisasi yang kurang efektif.

Dalam arti paling umum, psikologi organisasi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku individu dan perilaku kelompok dalam aturan organisasi normal.Katz dalam Khan, dalam karya klasik mereka, The Psychology Social Organisasi (1978), menyatakan bahwa esensi dari sebuah organisasi adalah pola atau motif perilaku manusia.Ketika berperilaku berpola, maka struktur dikenakan pada individu.
    
KOMUNIKASI

A.      DEFINISI KOMUNIKASI

Kata atau istilah komunikasi ( dari bahasa inggris “communication” ), secara epistemologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Kata communis memiliki makana “berbagi” atau “menjadi milik bersama” yaitu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi secara terminilogis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi, yang terlibat dalam komunikasi ini adalah manusia.
Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut dijelaskan secara efektif oleh Effendy bahwa para ahli komunikasi sering mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyannya, The Structure and Function of Communication in Society. Laswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: WhoSays What In Which Channel to Whom with What Effect?
Paradigma Laswell menunjukan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan, yaitu:
·          Komunikator (siapa yang mengatakan?)
·          Pesan (mengatakan apa?)
·          Media (melalui saluran apa?)
·          Komunikan (kepada siapa?)
·          Efek (efek apa?)

Jadi, berdasarkan paradigma Laswell, secara sederhana prosese komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.

B.      DIMENSI- DIMENSI KOMUNIKASI MELIPUTI :

a.      Isi

Isi adalah apa yang dibicarakan dalam komunikasi antara satu orang dengan orang yang lain atau bahkan lebih.

b.      Kebisingan

Kebisingan adalah tinggi rendahnya suara yang terdengar dalam melakukan komunikasi atau juga bisa dikatakan hal hal yang menggangu pengiriman.

c.       Jaringan

Jaringan adalah sejauh mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya dalam melakukan komunikasi. Diantaranya ada komunikasi yang bergantung pada (jaringan satelit ).


d.      Arah
Dalam komunikasi terdiri dari 2 arah yaitu :

1.      Komunikasi 1 arah adalah hanya satu orang berbicara menyampaikan informasi untuk satu orang atau lebih contohnya promosi produk tertentu atau guru dikelas.
2.      Komunikasi 2 arah adalah adanya interaksi antara satu orang menyampaikan informasi satu orang atau lebih juga ikut berbicara sehingga terciptanya interaksi untuk menyampaikan beberapa informasi.

    III.            MEMPENGARUHI PERILAKU\

A.        DEFINISI PENGARUH

Surakhmad (1982:7) menyatakan bahwa  pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya. Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam  sehingga mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya.

·         PERUBAHAN PERILAKU INDIVIDUAL

Bentuk-bentuk Perubahan Perilaku Individu.

1.       Perubahan Alamiah ( Natural Change )
Perilaku manusia selalu berubah.Sebagian perubahan itu disebabkan karena kejadian alamiah.Contoh : perubahan perilaku yang disebabkan karena usia seseorang.
2.       Perubahan terencana ( Planned Change )
Perubahan perilaku ini terjadi karena memang direncanakan sendiri oleh subjek.contoh  : perubahan perilaku seseorang karena tujuan tertentu atau ingin mendapatkan sesuatu yang bernilai baginya.

3.       Kesediaan untuk berubah ( Readdiness to Change )
Apabila terjadi suatu inovasi atau program-program pembangunan di dalam organisasi, maka yang sering terjadi adalah sebagian orang sangat cepat untuk menerima inovasi atau perubahan tersebut, dan  ada sebagian orang lagi sangat lambat untuk menerima inovasi atau perubahan tersebut.

Contoh : perubahan teknologi pada suatu lembaga organisasi, misal dari mesin ketik manual ke mesin komputer, biasanya orang yang usianya tua sulit untuk menerima perubahan pemakaian teknologi tersebut.

·         MEMPENGARUHI SIKAP DAN PERILAKU

1.       Pengertian Sikap
Sikap adalah keadaan diri dalam manusia yang menggerakkan untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek situasi atau kondisi di lingkungan sekitarnya.
Menurut Sarnoff (dalam Sarwono, 2000) mengidentifikasikan sikap sebagai kesediaan untuk bereaksi (disposition to react) secara positif (favorably) atau secara negatif (unfavorably) terhadap obyek – obyek tertentu. D.Krech dan R.S Crutchfield (dalam Sears, 1999) berpendapat bahwa sikap sebagai organisasi yang bersifat menetap dari proses motivasional, emosional, perseptual, dan kognitif mengenai aspek dunia individu.
Sedangkan La Pierre (dalam Azwar, 2003) memberikan definisi sikap sebagai suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial, atau secara sederhana, sikap adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan.Lebih lanjut.
Soetarno (1994) memberikan definisi sikap adalah pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak terhadap obyek tertentu.Sikap senantiasa diarahkan kepada sesuatu artinya tidak ada sikap tanpa obyek. Sikap diarahkan kepada benda-benda, orang, peritiwa, pandangan, lembaga, norma dan lain-lain.
Meskipun ada beberapa perbedaan pengertian sikap, tetapi berdasarkan pendapat-pendapat tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa sikap adalah keadaan diri dalam manusia yang menggerakkan untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek situasi atau kondisi di lingkungan sekitarnya.Selain itu sikap juga memberikan kesiapan untuk merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek atau situasi.

2.       Pengertian Perilaku
Perilaku adalah keadaan jiwa untuk berpendapat, berfikir, bersikap, dan lain sebagainya yang merupakan refleksi dari berbagai macam aspek, baik fisik maupun non fisik.
·         Robert Y. Kwick (1972) menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dipelajari.
·         Menurut Ensiklopedi Amerika, perilaku diartikan sebagai suatu aksi dan reaksi organisme terhadap lingkungannya, hal ini berarti bahwa perilaku baru akan terwujud bila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan tanggapan yang disebut rangsangan, dengan demikian maka suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan perilaku tertentu pula.

3.        Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sikap

Proses belajar sosial terbentuk dari interaksi sosial. Dalam interaksi sosial, individu membentuk pola sikap tertentu terhadap berbagai objek psikologis yang dihadapinya. Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah:

·         Pengalaman Pribadi
Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap, pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat. Karena itu, sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut melibatkan faktor emosional. Dalam situasi yang melibatkan emosi, penghayatan akan pengalaman akan lebih mendalam dan lebih lama berbekas.
·         Kebudayaan
B.F. Skinner (dalam, Azwar 2005) menekankan pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) dalam membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian tidak lain daripada pola perilaku yang konsisten yang menggambarkan sejarah reinforcement (penguatan, ganjaran) yang dimiliki. Pola reinforcement dari masyarakat untuk sikap dan perilaku tersebut, bukan untuk sikap dan perilaku yang lain.
·         Orang lain yang dianggap penting
Pada umumnya, individu bersikap konformis atau searah dengan sikap orang orang yang dianggapnya penting. Kecenderungan ini antara lain dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting tersebut.Media massa Sebagai sarana komunikasi, berbagai media massa seperti televisi, radio, mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Pesan-pesan sugestif yang dibawa informasi tersebut, apabila cukup kuat, akan memberi dasar afektif dalam mempresepsikan dan menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu.

e.      Peran Wewenang Dalam Psikologi Manajemen

Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Secara klasik, wewenang dimiliki oleh atasan dan bawahan berkewajiban mematuhinya.Kondisi ini dapat menimbulkan kekuasaan yang sewenang-wenang. Pandangan pengakuan berdasarkan adanya pengakuan dari seseorang yang dipengaruhi terhadap orang lain yang mempengaruhi mereka. Dengan demikian, dalam lingkup sempit, wewenang yang sah belum tentu memperoleh pengakuan orang lain.

Peranan kekuasaan (power) di dalam proses mempengaruhi. Memusatkan pada suatu bentuk kekuasaan, yaitu wewenang (authority). Pengertian wewenang terutama adalah mengenai pangkat, peranan dan posisi yang resmi sebagai alat untuk mengendalikan dan mempengaruhi perilaku atau pribadi-pribadi lain. Wewenang adalah suatu alat untuk membatasi perilaku (sekalipun jika pembatasan itu menimbulkan frustasi), untuk menciptakan keserbasamaan dengan jalan meratakan perbedaan individual.Wewenang adalah suatu alat yang penting dan efisien sebab wewenang mempunyai keuntungan seperti senapan pemburu.Wewenang sebagai suatu senjata yang membatasi, yang terbuka dan langsung.

Penggunaan wewenang secara bijaksana merupakan fakto ewenang dan kekuasaan sebagai metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai tujuan individu maupun organisasi.Wewenang formal tersebut harus di dukung juga dengan dasar-dasar kekuasaan dan pengaruh informal.Manajer perlu menggunakan lebih dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan bawahan mereka, selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan mereka.Weber menyebut wewenang sebagai wewenang yang legal dan sah.Weber juga membagi wewenang menjadi wewenang kharismatik, rasional, dan tradisional.

Menurut Edward E. Sampson, terdapat perspektf yang berpusat pada personal dan perspektif yang berpusat pada situasi. Perspektif yang berpusat pada personal mempertanyakan faktor-faktor internal apakah, baik berupa instik, motif, kepribadian, sistem kognitif yang menjelaskan perilaku manusia.

f.        Faktor Biologis

Telah diakui secara meluas adanya perilaku tertentu yang merupakan bawaan manusia, dan bukan perngaruh lingkungan atau situasi.Diakui pula adanya faktor-faktor biologis yang mendorong perilaku manusia, yang lazim disebut sebagai motif biologis.Yang paling penting dari motif biologis adalah kebutuhan makan-minum dan istirahat, kebutuhan seksual, dan kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya.

·         Unsur yang ada di dalam wewenang :

a.       Wewenang ditanamkan pada posisi seseorang. Seseorang mempunyaiwewenang karena posisi yang diduduki, bukan karena karakteristik pribadinya;
b.      Wewenang tersebut diterima oleh bawahan. Individu pada posisi wewenang yang sah melaksanakan wewenang dan dipatuhi bawahan karena dia memiliki hak yang sah; serta
c.       Wewenang digunakan secara vertikal. Wewenang mengalir dari atas ke bawah mengikuti hierarkii organisasi.



·         Ada 4 Macam model mempengaruhi seseorang, diantaranya:
a.      Dengan menggunakan Wewenang.
b.      Dengan menggunakan Tekanan dan paksaan.
c.       Dengan Melakukan Manipulasi.
d.      Dengan melakukan Kerja sama.





Rakhmat, Jalaludin. (2005). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosda
Karya
Leavit, J. (1987). Psikologi Managemen, Alih Bahasa, Zarkasi, M. Jakarta :
 Penerbit Erlangga.

Wednesday, 9 September 2015


Aku pernah meminta 'tuhan ijinkan aku untuk kembali bersamanya, ijinkan aku untuk mengisi lembar baru kembali bersamanya'. Aku terus mengulang dan mengulang permintaan itu dengan harap tuhan mampu mengabulkannya. Sampai ketika aku lelah dengan permintaanku yang tak kunjung tuhan kabulkan. Lalu Aku rubah segala permintaanku, aku meminta segala tentangnya dilupakan. Hanya dengan sekejap tuhan mengabulkan doaku tanpa perlu aku ulang.

Tuhan datangkan kamu. Iya kamu, kamu dengan segala yang aku butuhkan. Kamu mampu merubah warna kelam itu, kamu mampu membuatku bangkit tanpa jatuh.

Terimakasih telah tinggal tanpa pernah tanggal, terimakasih atas segala perlakuanmu, meski ku tau kau bukanlah orang yang romantis, kau juga bukan orang yang pandai berkata kata. Tapi denganmu aku merasakan diriku hidup kembali, denganmu aku merasakan bahagia bahkan sangat bahagia, denganmu jua aku ingin memantaskan semuanya jadi lebih baik.
Terimakasih tuhan, terimakasih atas kebahagian yang kau datangkan. Aku paham sekarang bahwa kau tak mengabulkan doaku itu karena kau ingin menggantikannya dengan yang lebih baik.

Thursday, 16 July 2015


Nama : Ika Yulistyamawati
Kelas : 2pa15
NPM : 14513242

 


film I : The soloist





Sinopsis

Nathaniel Anthony Ayers adalah seorang yang berbakat dalam bidang musik namun kehidupannya hanyalah seorang gelandangan yang tunawisma yang gila kebersihan. Dalam film ini pada mulanya dikisahkan ada seorang wartawan yang bernama Steve Lopez. Ia bertemu dengan Nathaniel saat berada di taman dibawah patung Beethoven. Dalam pertemuan tersebut Steve menyapa Nathaniel, namun Nathaniel membalas sapaannya dengan bicara panjang lebar sampai keluar dari konteks sapaan biasa. Steve merasa tertarik dengan Nathaniel kemudian ia pun bertanya lagi tentang bagaimana pendidikan Nathaniel pada masa lalu, Nathaniel pun menjawab bahwa ia pernah menempuh sekolah di Julliard. Steve merasa heran mengapa ada seseorang yang pernah sekolah di Julliard bisa menjadi tunawisma. Stevepun kemudian mencari informasi tentang kebenaran cerita Nathaniel tersebut. Informasi yang didapatkan ternyata mengejutkan bahwa Nathaniel memang pernah bersekolah di Julliard namun hanya sampai tahun kedua saja.Nathaniel sebenarnya memiliki keluarga, yaitu seorang ibu yang memiliki salon, namun ibunya telah tiada. Ia juga mempunyai seorang kakak wanita yang saat ini sudah hidup mapan. Dikisahkan masa lalu Nathaniel adalah seorang anak yang berbakat bermain musik.Ia pernah menunjukkan bakatnya tersebut kepada seorang guru musik dan guru musik itupun mengakuinya dan menyarankan pada orang tua Nathaniel agar anaknya bisa terus bermain musik karena memang ia memiliki potensi yang besar. Setelah itu Nathaniel pun terus bermain musik. Pagi, siang, sampai malam ia terus bermain musik di lantai bawah rumahnya.Pada suatu malam saat ia bermain musik ia mendengar sesuatu diluar kemudian ia pun melihat keluar jendela kamarnya. Nathaniel kaget karena saat itu ia melihat sebuah mobil terbakar yang terus berjalan didepan rumahnya, namun Nathaniel tidak berteriak maupun memberitahu siapapun ia kemudian hanya bermain musik kembali. Kembali pada cerita awal, setelah Steve mendapatkan fakta yang menarik tentang kehidupan Nathaniel, ia kemudian membuat sebuah artikel tentang Nathaniel dalam koran. Secara tak terduga ada seorang nenek yang membaca artikel tersebut dan merasa tersentuh. Ia kemudian memberikan Nathaniel sebuah alat musik cello yang sudah dipakainya selama 50tahun. Alat musik cello tersebut dititipkan kepada Steve untuk diserahkan pada Nathan. Steve kemudian membawa cello tersebut kepada Nathan. Saat bertemu Nathan, Steve memberitahukan bahwa ia mendapatkan hadiah dari seorang nenek berupa alat musik cello.Nathan merasa senang dengan hadiah tersebut namun Steve mengatakan akan membiarkan Nathan memilikinya asalkan ia memainkan alat musiknya di LAMP community. LAMP merupakan tempat perawatan bagi orang-orang yang mengalami masalah emosi dan di sekitar tempat tersebut adalah tempat para tunawisma. Nathan sempat menolak karena ia suka di tempatnya sekarang di kolong jembatan namun Steve tetap bersikeras dengan alasan agar hadiah tersebut aman tidak dirampas orang lain. Stevepun pergi membawa cello tersebut  dan mengatakan akan menunggunya di LAMP setengah jam lagi namun Nathan malah tiba esok harinya. Nathan yang mengalah untuk mau datang di LAMP akhirnya diperbolehkan memiliki cello tersebut. Saat memainkan cello tersebut para penghuni disitu mendengarkan dengan seksama permainan Nathan yang indah. Dalam memainkan cello tersebut Nathan bahkan sampai menangis. Dikisahkan kembali masa lalu Nathan saat  dewasa. Pada masanya itu ia pernah memiliki apartemen sendiri dan bergabung dengan suatu grup orchestra. Nathan sangat antusias mengikuti latihan demi latihan sampai pada suatu saat tiba-tiba ada kejadian yang aneh. Nathan tiba-tiba merasa sendirian dan kemudian suara-suara muncul dalam kepalanya. suara-suara itu mengatakan banyak hal seperti ‘larilah dari situ’, kamu sendirian’, ‘tidak ada yang menginginkanmu’ dan masih banyak lagi. Kejadian itu berlangsung terus menerus membuat Nathan tidak bisa berkonsentrasi dengan latihannya sehingga ia keluar dari grup musik tersebut. Setelah kejadian itu Nathan kemudian menjadi orang yang memiliki rasa takut tidak wajar dan menjadikannya sedikit mengalami paranoid.Kembali pada cerita pertengahan, Steve yang terus menulis tentang kehidupan Nathan dan komunitas di LAMP membuat seorang komposer tertarik dan meminta Nathan untuk melihat konser orkes sebagai tamu. Namun Nathan menolak karena ia menganggap pasti dirinya akan mengacau. Setelah berdebat panjang akhirnya Steve meminta Nathan datang pada saat latihan saja dan Nathanpun menyetujui. Pada saat mendengarkan lagu orchestra tersebut Nathan benar-benar menikmatinya sampai mengeluarkan air mata. Steve yang bersimpati pada kehidupan Nathan memberikan berbagai upaya untuk menyembuhkannya. Steve kemudian membelikan Nathan sebuah apartemen sederhana, tetapi Nathan merasa tidak suka. Ia merasa tempat itu tidak cocok untuknya karena sempit dan tertutup. Ia merasa bahwa orang bisa saja menemukannya dan membunuhnya disitu. Nathan mengatakan bahwa dirinya lebih suka di ruang terbuka namun karena merasa tidak ingin menyakiti Steve iapun tetap tinggal di apartemen itu.Steve yang memang sudah bersimpati pada Nathan mencari berbagai cara agar bisa menyembuhkan penyakit Nathan. Ia bahkan pernah berdebat dengan seorang perawat di LAMP agar Nathan dipaksa mengikuti terapi atau dibawa ke psikiater namun perawat itu mengatakan bahwa bukan seperti itu caranya, Nathan akan pergi ke psikiater saat Nathan memintanya sendiri. Steve akhirnya mencari berbagai informasi dan akhirnya diketahui bahwa Nathan merupakan seseorang yang mengalami Skizofrenia dan terdapat gangguan diotaknya. Setelah mengetahui itu Steve membuat sebuah surat kontrak yang intinya agar Nathan mau dirawat. Nathan yang membaca surat itu sangat marah ia sangat marah karena ia dibilang seseorang yang menderita skizofrenia. Saat itu Nathan benar-benar marah sehingga hubungan baik Steve dan Nathan berakhir.Setelah beberapa hari, Steve menjemput kakak Nathan untuk membawanya kepada Nathan agar ia bisa memiliki seorang teman lagi. Setelah mereka berbicara lama, Nathan kemudian meminta maaf pada Steve atas perbuatannya pada saat itu dan kemudian mereka pun berteman lagi. Sampai pada akhirnya kemajuan dicapai yaitu Nathan mau tinggal di apartemen lagi namun Nathan tetap tidak mau dianggap sebagai seorang skizofrenia. Sampai saat ini kondisi jiwa Nathan tidak berubah dari awal Steve bertemu dengannya.


Inti film the soloist
Kisah dalam film ini sebenarnya menegaskan bahwa subjek (Nathaniel) mengalami skizoprenia. Hal itu dapat dilihat dari perilakunya yang menunjukkan gejala-gejala skizofrenia seperti:
·         Adanya gangguan dalam isi pikiran berupa Waham dikendalikan (meyakini bahwa pikiran, perasaan, tindakannya dikendalikan oleh kekuatan dari luar, seperti suruhan setan). Nathaniel sering mendengar suara-suara perintah yg menyuruhnya untuk lari, sembunyi dari orang-orang yang seolah-olah akan menyakitinya.
·         Adanya gangguan dalam bentuk pikiran, dikenali melalui pembicaraan Nathaniel yang kacau dan tidak teratur. Pembicaraannya dapat melompat dari satu topik ke topik lainnya, namun kurang menunjukkan keterkaitan antara ide atau pikiran-pikiran yang diekspresikan.
·         Adanya gangguan dalam persepsi, yaitu pengalaman inderawi yang tidak wajar. Nathaniel pernah melihat mobil terbakar yang berjalan di belakang rumahnya. Semenjak itulah ia mulai merasa dirinya terancam yang menyebabkannya menarik diri dari orang lain.

Teori yang berhubungan dengan film the soloist
Teori yang berhubungan dengan film ini yaitu teori dari kreaplin mengenai dementia praecox. Dementia praecox mencakup beberapa konsep diagnostik- demensia paranoid, katatonia, dan hebefrenia- yang dianggap sebagai enttitas tersendiri oleh para ahli klinis pada beberapa dekade terdahulu.
skizoprenia memiliki berberapa penyebab seperti :
1.    Faktor Biologis
-          Bukti kuat tentang kontribusi genetis yang utama
-          Ketidakteraturan dalam system neurotransmitter di otak, terutama pada jalur di otak yang mengatur neurotransmitter dopamin
-          Ketidaknormalan otak yang mendasari banyak kasus, seperti kerusakan structural atau deteroisasi jaringan otak atau gangguan pada jalur di otak yang mengatur fungsi kognitif dan emosional.
-          Kemungkinan adanya peran infeksi virus yang mempengatuhi perkembangan otak yang terjadi pada masa prenatal atau selama masa awal kehidupan
2.    Faktor Psikososial
-          Pengalaman yang penuh stress dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan skizoprenia pada individu yang memiliki kerentanan secara genetis.
Penyebab yang spesifik tetap tidak diketahui, namun kebanyakan peneliti meyakini bahwa hal-hal tersebut mencerminkan interaksi antara genetis dan factor yang terkait dengan stress, sebagaimana direpresentasikan oleh model diatesis stres.
Belum ada penyembuhan untuk skizoprenia. Penanganan biasanya mencakup banyak segi, menggabungkan pendekatan farmakologis, psikologis, dan rehabilitative. Kebanyakan orang skizofrenia yang dirawat dalam lingkup kesehatan mental yang terorganisasi menerima beberapa bentuk obat antipsikotik, yang dimaksudkan untuk mengendalikan pola-pola perilaku yang lebih ganjil, seperti halusinasi dan waham, dan mengurangi resiko kambuh yang berulang-ulang. Beberapa pendekatan penanganan diantaranya :
1.    Perawatan Biomedis
Menggunakan obat-obat antipsikotik untuk mengendalikan simtom-simtom psikotik.
2.    Penanganan Psikososial
Pendekatan berdasarkan prinsip belajar, seperti system token ekonomi dan pelatihan ketrampilan social, dapat membantu pasien skizofrenia mengembangkan perilaku yang lebih adaptif.
3.    Rehabilitasi Psikososial
Kelompok-kelompok self-help dan program tempat tinggal yang terstruktur dapat membantu pasien skizofrenia menyesuaikan diri dengan kehidupan komunitas.
4.    Program Intervensi Keluarga
Intervensi keluarga digunakan untuk meningkatkan komunikasi dalam keluarga dan mengurangi tingkat konflik dan stres keluarga.
Ciri-ciri Klinis Utama Skizofrenia :
A.   Dua atau lebih hal-hal berikut harus muncul dalam porsi yang signifikan selama munculnya penyakit dalam waktu satu bulan :
1.    Waham atau delusi
2.    Halusinasi
3.    Pembicaraan yang tidak koheren atau ditandai oleh asosiasi longgar
4.    Perilaku tidak terorganisasi atau katatonik
5.    Ciri-ciri negative (misalnya afek datar)
B.   Fungsi pada bidang-bidang seperti hubungan social, pekerjaan, atau perawatan diri selama perjalanan penyakit secara nyata berada di bawah tingkatan yang dapat dicapai sebelum munculnya gangguan. Apabila gangguan muncul pada masa kanak-kanak atau remaja, terdapat suatu kegagalan untuk mencapai tingkat perkembangan social yang diharapkan.
C.   Tanda-tanda gangguan terjadi  secara terus-menerus selama masa setidaknya 6 bulan. Masa 6 bulan ini harus mencakup fase aktif yang berlangsung setidaknya satu bulan dimana terjadi simtom psikotik (teradaftar pada A), yang merupakan karakteristik skizofrenia.
D.   Gangguan tidak dapat diatribusikan sebagai dampak zat-zat tertentu (misalnya: penyalahgunaan zat atau pengobatan yang diresepkan) atau pada kondisi medis umum.

Kesimpulan film yang berkaitan dengan teori psikologi

Untuk menyatakan bahwa seseorang mengalami skizofrenia, harus didasarkan pada ciri-ciri klinis utama skizofrenia (DSM-IV-TR; APA, 2000). Nathaniel memenuhi beberapa ciri-ciri klinis utama skizofrenia tersebut.
Dalam skizofrenia terdapat beberapa tipe yaitu tipe diagnostik- demensia paranoid, tidak terorganisasi, katatonia, dan hebefrenia. Dari perilaku yang terlihat, Nathaniel termasuk ke dalam skizofrenia tipe paranoid yang memiliki satu waham dan halusinasi auditori visual. Nathaniel sama sekali tidak menunjukkan gejala skizofrenia tipe tidak terorganisasi (seperti perilaku yang kacau, tidak tenang, tidak menjaga kebersihan dan penampilan, dan afek datar)  dan tipe katatonik (seperti posisi tubuh yang tetap).
Penanganan yang diberikan pada penderita skizofrenia tergantung pada kebutuhan dan tipe skizoprenia yang dialami. Penanganan yang diberikan pada Nathaniel tidak berupa penanganan medis, melainkan lebih kepada pendekatan psikososial, rehabilitasi psikososial dan  intervensi keluarga. Dalam hal pendekatan psikososial, Nathaniel dilibatkan dalam komunitas orchestra sehingga ia dapat belajar beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dan juga dapat menjadi wadah baginya untuk mengembangkan bakatnya dalam bermain cello. Dalam intervensi keluarga, Nathaniel mendapat dukungan dari sahabatnya Steven Lopez dan kakak perempuannya.
Dari penanganan yang diberikan, kondisi jiwa Nathaniel  tidak berubah dari awal Steve bertemu dengannya atau tetap. Nathaniel merasa bahagia akan kehidupan saat ini yaitu setelah bertemu dengan Steve dan teman-teman di LAMP. Selain dapat mengembangkan bakatnya dalam bermain cello, Nathaniel juga dapat pandai dalam memainkan beberapa alat musik seperti: piano, suling, drum dan lain-lain.




film II : Me myself & Irene



Sinopsis
ME, MYSELF & IRENE menceritakan tentang opsir polisi bernama Charlie Baileygates (Jim Carrey) yang bertempat di negara Rhode Islanda. Dia punya sifat penyabar dan begitu menyenangkan. Lain halnya ketika terjadi kekacauan atau perilaku keterlaluan terhadapanya maka sontak sosok Hank Evans akan muncul untuk mengambil alih hingga menyebabkan Charlie hilang kesabaranya.

Hank Evans ternyata pribadi ganda dari Charlie yang dikenal sangat agresif bahkan maniak. Sifat tersebut muncul saat Charlie dikhianati oleh istrinya lantaran kabur dengan seorang sopir limo berkulit hitam. Lalu secara sengaja meninggalkan 2 anak kembar hasil hubungan gelap mereka. Pantas saja, bila Charlie begitu memendam kemarahanya. Oleh karenanya, kemarahan itulah yang memunculkan kepribadian ganda dan jelas bertolak belakang akan sifat Charlie sebenarnya. Walau begitu, Charlie masih bisa menjalani aktivitas seperti biasa sampai suatu hari sang atasan menyuruhnya untuk mengawal seorang tahanan cantik Irene p. Walters (Renee Zellweger) di kantor polisis New York. Dari situlah terjadi komplikasi besar bahwa Charlie mulai jatuh cinta kepada wanita tersebut. Sedangkan pribadi lain sebagai Hank Evans juga ikut memperebutkan Irene. Usut punya usut, Irene bukanlah tahanan melainkan pegawai biasa di lapangan golf.

Dia merupakan wanita yang melihat sebuah kejadian kriminalitas dengan berkedok lapangan golf. Jadi, akibat dari terlalu banyak tahu info penting maka Irene menjadi sasaran pembunuhan oleh sekelompok criminal agar tidak membocorkan kejahatan lebih luas lagi.  Opsir polisi sekaligus kepribadian ganda Hank Evans dan Irene kini harus berhadapan dengan tiga pembunuh paling berbahaya dan berdasar info mereka terdiri dari pembunuh profesional serta  dua polisi korup. Disamping itu pula, Charlie hampir saja mengacaukan keselamatan diri sendiri. Keadaan makin genting ketika Irene, Charlie  maupun Hans Evans dihadapakan pada para pembunuh yang ingin menghabisi nyawanya.

Inti film me myself & Irene
charlie yang baru nikah sama iatrinya terus belum malam pertama istrinya udah selingkuh sama supir yang cebol dan orang kulit hitam. Anaknya kembar 3. Lalu charlie dicerai oleh istrinya, tapi 3 anak kembar yang hitam ini diasuh charlie.
Kemudian dari masalah itu lalu dia mempunyai kepribadian ganda, disatu sisi lainnya charlie menjadi orang sangat brutal. Charlie lalu tidak sengaja bertemu Irene, kemudian Irene dilamar oleh charlie, irene pun mengubah hidup charlie tapi sekaligus menceburkan charlie ke masalah gembong narkoba.

Teori psikolog yang berhubungan dengan film me myself & Irene
Teori yang berhubungan dengan film ini yaitu teori sociocognitive yang menyatakan bahwa DID berkembang ketika orang yang sangat dibisikkan belajar untuk mengadopsi dan memberlakukan peran identitas ganda, terutama karena dokter tidak sengaja menyarankan, mengesahkan, dan memperkuat mereka karena identitas yang berbeda diarahkan untuk individu itu sendiri. Perspektif sociocognitive berpendapat bahwa hal ini tidak dilakukan dengan sengaja atau secara sadar oleh individu yang menderita, melainkan terjadi secara spontan dengan kesadaran sedikit atau tidak ada (Lilienfeld et al, 1999).
Teori Sociocognitive juga konsisten dengan bukti bahwa sebagian besar pasien DID tidak menunjukkan tanda-tanda jelas dari gangguan sebelum mereka memasuki terapi dan dengan bukti bahwa jumlah mengubah identitas sering meningkat (kadang-kadang secara dramatis) dengan waktu dalam terapi (Piper & Merskey, 2004b).

Penyebab-Penyebab Terjadinya Kepribadian Ganda

Walaupun penyebabnya tidak dapat dipastikan, namun rata-rata psikolog dapat memastikan dan sepakat bahwa kepribadian ganda muncul akibat trauma yang dialami oleh penderitanya semasa kecil,

Ada 3 penyebab munculnya kepribadian ganda dalam diri seseorang, diantaranya:

1. Pelecehan sek*ual yang terjadi secara berulang
2. Kurangnya kepedulian dari orang tua untuk melindungi dan menghibur dari pengalaman buruk yang terjadi pada anaknya
3. Keturunan dari keluarga yang mengalami gangguan psikologis

Kesimpulan film yang berkaitan dengan teori psikologi
charlie yang baru nikah sama iatrinya terus belum malam pertama istrinya udah selingkuh sama supir yang cebol dan orang kulit hitam. Anaknya kembar 3. Lalu charlie dicerai oleh istrinya, tapi 3 anak kembar yang hitam ini diasuh charlie. Kemudian dari masalah itu lalu dia mempunyai kepribadian ganda, disatu sisi lainnya charlie menjadi orang sangat brutal. Charlie lalu tidak sengaja bertemu Irene, kemudian Irene dilamar oleh charlie, irene pun mengubah hidup charlie tapi sekaligus menceburkan charlie ke masalah gembong narkoba. Penyebab kemunculan pribadi ganda Charlie disebabkan oleh pengalaman buruk yang dialaminya.


Sumber :
-          Jeffrey S. Nevid, S. A. (2005). Psikologi Abnormal Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

;;
Powered by Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

welcome ☺

By :
Free Blog Templates